Jawa Tengah
Gapapa kami tahan lapar. Makan satu kali sehari juga udah biasa. Kami fokus nabung untuk operasi Yovi. Yang penting anak kami cepat sembuh, ucap Ibu Evi sambil berderai air mata.
“Anak Ibu terlahir normal, namun ternyata ada yang istimewa dari tubuhnya..”
“Maksudnya Dok? Ada apa dengan anak saya?”
“Setelah saya periksa, ternyata anak Ibu terlahir TANPA PAHA, Bu,”
***

Terkejut luar biasa seorang Ibu mendengar anak yang baru dilahirkannya ternyata terlahir berbeda. Apalagi bukan hanya satu, tapi ada 3 kelainan sekaligus pada tubuh mungil bayi perempuan itu.
Bayi itu dinamakan Yoviana. Kini usianya sudah mencapai 3 bulan. Ibu Evi, Ibunda Yoviana dan Ayahnya selalu merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Bayi Yoviana terlahir berbeda. Ia tidak punya paha dan satu mata kirinya tidak bisa berfungsi. Kornea mata kirinya sangat kecil dan jauh dari kata normal, hingga Bayi Yoviana tidak bisa membuka kedua mata. Ia bergantung dengan mata kanannya saja.
Tidak hanya itu, Bayi Yoviana tidak memiliki langit-langit mulut. Padahal tanpa langit-langit, mulutnya tidak sempurna dan tidak bisa digunakan dengan baik. Terpaksa, Bayi Yoviana harus menggunakan selang yang disalurkan langsung ke tenggorokan untuk meminum ASI.
“Sedari awal, saya sempat curiga. Setelah saya melahirkan kenapa Dokter seperti tidak langsung memberikan bayinya kepada saya. Saya sebagai Ibu tentu bingung, saya ingin segera memeluk dan memberi ASI pertama padanya.
Namun, setelah saya gendong bayi saya, barulah saya tahu apa yang menjadi penyebab Dokter seperti itu. Bayi saya memiliki kelainan yang tidak hanya satu tapi banyak. Dan yang paling pertama saya lihat adalah kaki anak saya yang tidak memiliki paha,” cerita Ibu Evi.

Sahabat, tidak ada yang tega melihat kondisi Bayi Yoviana saat ini. Kakinya yang langsung tersambung ke perut membuatnya terancam tidak bisa jalan. Bahkan sangat berbahaya untuk pertumbuhannya kelak.
Hanya ada satu matanya yang bisa berfungsi. Mata kirinya tidak terbuka, seperti tidak ada bola mata sama sekali. Ia pun harus kesusahan setiap ingin minum ASI. Akan terdengar suaranya mengambil napas yang tersengal-sengal karena selang yang berada di tenggorokannya.
Operasi mata, mulut dan kaki sekaligus jadi satu-satunya cara untuk Bayi Yoviana bisa sembuh. Tapi bagi Ibu Evi yang sehari-hari bekerja di warung sederhana depan rumah, biaya yang dibutuhkan sangat besar.


Dalam sehari mungkin Ibu Evi hanya bisa mendapatkan untung sebesar Rp50,000. Itu pun paling besar. Kadang bahkan pernah tidak dapat sama sekali kalau tidak ada pelanggan. Suami Ibu Evi yang tadinya bekerja sebagai buruh terpaksa berhenti kerja karena pandemi. Ia ikut membantu jualan warung di depan rumah bersama Istri.
Sedih, untuk makan sehari-hari saja upah Suami dan Ibu Evi seringnya tidak cukup. Kadang mereka terpaksa tahan lapar demi bisa membeli selang untuk minum Bayi Yoviana yang harus sering diganti.
“Gapapa kami tahan lapar. Makan satu kali sehari juga udah biasa. Kami fokus nabung untuk operasi Yovi. Yang penting anak kami cepat sembuh,” ucap Ibu Evi sambil berderai air mata.

Sahabat, tak inginkah kita bantu bayi Yoviana sembuh? Usianya masih sangat kecil untuk harus merasakan 3 penyakit kelainan yang mengancam hidupnya.
Mari kirimkan dukungan terbaik kita untuk bantu perjuangan Bayi Yoviana sembuh dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.